Definisi Alquran telah dikemukakan pada halaman terdahulu dan utk mengetahui perbedaan antara definisi Alquran dgn hadis qudsi dan hadis nabawi di sini kami kemukakan dua definisi.
Hadis Nabawi Hadits dalam arti bahasa lawan dari kata qadim . Dan yg dimaksud hadis ialah tiap kata-kata yg diucapkan dan dinukil serta disampaikan oleh manusia baik kata-kata itu diperoleh melalui pendengarannya maupun wahyu; baik dalam keadaan jaga maupun dalam keadaan tidur. Dalam pengertian ini Alquran dinamakan hadis.
Hadis siapakah yg lbh benar selain dari pada Allah? {An-Nisa 87}.
Begitu pula yg terjadi pada manusia di waktu tidurnya juga dinamakan hadis.
.. dan engkau telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil dari hadis-hadis-maksudnya mimpi. .
Adapun menurut istilah pengertian hadis ialah apa saja yg disandarkan kepada Nabi saw. baik berupa perkataan perbuatan persetujuan maupun sifat. Yang berupa perkataan seperti perkataan Nabi saw. Sesungguhnya sahnya amal itu disertai dgn niat. Dan tiap orang bergantung pada niatnya .. .
Yang berupa perbuatan ialah seperti ajarannya kepada para sahabat mengenai bagaimana cara mengerjakan salat kemudian ia mengatakan Salatlah seperti kamu melihat aku salat. .
Juga mengenai bagaimana ia melaksanakan ibadah haji dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda Ambillah dariku manasik hajimu. .
Adapun yg berupa persetujuan adl seperti ia menyetujui suatu perkara yg dilakukan salah seorang sahabat baik perkataan ataupun perbuatan; di hadapannya ataupun tidak tetapi beritanya sampai kepadanya seperti makanan biawak yg dihidangkan kepadanya. Dan persetujuannya dalam satu riwayat Rasulullah saw. mengutus orang dalam satu peperangan. Orang itu membaca suatu bacaan dalam salat yg diakhiri dgn qul huwallahu ahad. Setelah pulang mereka menyampaikan hal itu kepada Rasulullah saw. lalu Rasulullah saw. berkata Tanyakan kepadanya mengapa ia berbuat demikian? Mereka pun menanyakan dan orang itu menjawab Kalimat itu adl sifat Allah dan aku senang membacanya. Maka Rasulullah saw. menjawab Katakan kepadanya bahwa Allah pun menyenangi dia. .
Yang berupa sifat adl riwayat seperti bahwa Rasulullah saw. selalu bermuka cerah berperangai halus dan lembut tidak keras dan tidak pula kasar tidak suka berteriak keras tidak pula berbicara kotor dan tidak juga suka mencela.
Hadis Qudsi Kita telah mengetahui makna hadis secara etimologi sedangkan qudsi dinisbatkan kepada kata quds. Nisbah ini mengesankan rasa hormat krn materi kata itu sendiri menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam arti bahasa. Maka kata taqdis berarti menyucikan Allah. Taqdis sama dgn tathir dan taqaddasa sama dgn tathahhara . Allah berfirman tentang malaikat .. padahal kami senantiasa bertasbih dgn memuji Engkau dan menyucikan Engkau .. .
Hadis qudsi adl hadis yg oleh Rasulullah saw. disandarkan kepada Allah.
Maksudnya Rasulullah saw. meriwayatkannya bahwa itu adl kalam Allah.
Maka Rasulullah saw. menjadi perawi kalam Allah ini dgn lafal dari Rasulullah saw. sendiri. Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi dia meriwayatkannya dari Allah dgn disandarkan kepada Allah dgn mengatakan Rasulullah saw. mengatakan mengenai apa yg diriwayatkannya dari Tuhannya atau ia mengatakan Rasulullah saw. mengatakan ‘Allah Taala telah berfirman atau berfirman Allah Taala’.
Contoh Pertama Dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw. mengenai apa yg diriwayatkannya dari Tuhannya Tangan Allah itu penuh tidak dikurangi oleh nafakah baik di waktu malam maupun siang hari .. .
Contoh Kedua Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. berkata Allah Taala berfirman ‘Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila dia menyebut-Ku di dalam dirinya maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila dia menyebut-Ku di kalangan orang banyak Aku pun menyebutnya di kalangan orang banyak yg lbh baik dari itu ..’. .
Perbedaan Alquran dgn Hadis Qudsi Ada beberapa perbedaan antara Alquran dgn hadis qudsi dan yg terpenting adl sebagai berikut.
1. Alquran adl kalam Allah yg diwahyukan kepada Rasulullah saw. dgn lafal-Nya dan dgn itu pula orang Arab ditantang tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Alquran itu atau sepuluh surah yg serupa itu bahkan satu surah sekalipun. Tantangan itu tetap berlaku krn Alquran adl mukjizat yg abadi hingga hari kiamat. Adapun hadis qudsi tidak utk menantang dan tidak pula utk mukjizat.
2. Alquran hanya dinisbatkan kepada Allah sehingga dikatakan Allah Taala berfirman. Adapun hadis qudsi seperti telah dijelaskan di atas terkadang diriwayatkan dgn disandarkan kepada Allah sehingga nisbah hadis qudsi itu kepada Allah adl nisbah dibuatkan. Maka dikatakan Allah telah berfirman atau Allah berfirman. Dan terkadang pula diriwayatkan dgn disandarkan kepada Rasulullah saw. tetapi nisbahnya adl nisbah kabar krn Nabi menyampaikan hadis itu dari Allah. Maka dikatakan Rasulullah saw. mengatakan apa yg diriwayatkan dari Tuhannya.
3. Seluruh isi Alquran dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya mutlak. Adapun hadis-hadis qudsi kebanyakan adl kabar ahad sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Adakalanya hadis itu sahih hasan dan kadang-kadang daif.
4. Alquran dari Allah baik lafal maupun maknanya. Hadis qudsi maknanya dari Allah dan lafalnya dari Rasulullah saw. Hadis qudsi ialah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal. Oleh sebab itu menurut sebagian besar ahli hadis diperbolehkan meriwayatkan hadis qudsi dgn maknanya saja.
5. Membaca Alquran merupakan ibadah krn itu ia dibaca dalam salat. Maka bacalah apa yg mudah bagimu dalam Alquran itu. .
Nilai ibadah membaca Alquran juga terdapat dalam hadis Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf laam satu huruf dan miim satu huruf. .
Adapun hadis qudsi tidak disuruh membacanya dalam salat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Maka membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yg disebutkan dalam hadis mengenai membaca Alquran bahwa pada tiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan.
Perbedaan antara Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi Hadis nabawi itu ada dua. Pertama tauqifi. Yang bersifat tauqifi yaitu yg kandungannya diterima oleh Rasulullah saw. dari wahyu. Lalu ia menjelaskan kepada manusia dgn kata-katanya sendiri. Bagian ini meskipun kandungannya dinisbahkan kepada Allah tetapi dari segi pembicaraan lbh layak dinisbahkan kepada Rasulullah saw. sebab kata-kata itu dinisbahkan kepada yg mengatakannya meskipun di dalamnya terdapat makna yg diterima dari pihak lain.
Kedua taufiqi. Yang bersifat taufiqi yaitu yg disimpulkan oleh Rasulullah saw. menurut pemahamannya terhadap Alquran krn ia mempunyai tugas menjelaskan Alquran atau menyimpulkannya dgn pertimbangan dan ijtihad.
Bagian kesimpulan yg bersifat ijitihad ini diperkuat oleh wahyu jika ia benar. Dan bila terdapat kesalahan di dalamnya turunlah wahyu yg membetulkannya. Bagian ini bukanlah kalam Allah secara pasti.
Dari sini jelaslah bahwa hadis nabawi dgn kedua bagiannya yg tauqifi atau yg taufiqi dgn ijtiihad yg diakui dari wahyu itu bersumber dari wahyu. Inilah makna dari firman Allah tentang Rasul-Nya Dia tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Apa yg diucapkannya itu tidak lain hanyalah wahyu yg diturunkan kepadanya. .
Hadis qudsi itu maknanya dari Allah ia disampaikan kepada Rasulullah saw.
melalui salah satu cara penuturan wahyu sedang lafalnya dari Rasulullah saw. Inilah pendapat yg kuat. Dinisbahkannya hadis qudsi kepada Allah Taala adl nisbah mengenai isinya bukan nisbah mengenai lafalnya. Sebab seandainya hadis qudsi itu lafalnya juga dari Allah tidak ada lagi perbedaan antara hadis qudsi dan Alquran dan tentu pula gaya bahasanya menuntut utk ditantang serta membacanya pun akan dianggap ibadah.
Mengenai hal ini timbul dua macam syubhat.
Pertama bahwa hadis nabawi juga wahyu secara maknawi yg lafalnya dari Rasulullah saw. tetapi mengapa hadis nabawi tidak kita namakan juga hadis qudsi. Jawabnya adalah kita merasa pasti tentang hadis qudsi bahwa ia diturunkan maknanya dari Allah krn adanya nas syara yg menisbahkannya kepada Allah yaitu kata-kata Rasulullah saw. Allah Taala telah berfirman atau Allah Taala berfirman. Itu sebabnya kita namakan hadis itu hadis qudsi.
Hal ini berbeda dgn hadis nabawi krn hadis nabawi tidak memuat nas seperti ini. Di samping itu masing-masing isinya boleh jadi diberitahukan kepada Nabi melalui wahyu yakni secara tauqifi namun mungkin juga disimpulkan melalui ijtihad yaitu secara taufiqi. Oleh sebab itu kita namakan masing-masing dgn nabawi sebagai terminal nama yg pasti.
Seandainya kita mempunyai bukti utk membedakan mana wahyu tauqifi tentulah hadis nabawi itu kita namai pula hadis qudsi.
Kedua apabila lafal hadis qudsi itu dari Rasulullah saw. maka dgn alasan apakah hadis itu dinisbahkan kepada Allah melalui kata-kata Nabi Allah Taala telah berfirman atau Allah Taala berfirman. Jawabnya ialah bahwa hal yg demikian ini biasa terjadi dalam bahasa Arab yg menisbahkan kalam berdasarkan kandungannya bukan berdasarkan lafalnya. Misalkan ketika kita mengubah sebait syair menjadi prosa kita katakana bahwa penyair berkata demikian. Juga ketika kita menceritakan apa yg kita dengar dari seseorang kita pun mengatakan si Fulan berkata demikian. Begitu juga Alquran menceritakan tentang Musa Firaun dan sebagainya isi kata-kata mereka dgn lafal yg bukan lafal mereka dan dgn gaya bahasa yg bukan gaya bahasa mereka tetapi dinisbahkan kepada mereka.
Dan ingatlah ketika Tuhanmu menyeru Musa ‘Datangilah kaum yg zalim itu kaum Firaun. Mengapa mereka tidak bertakwa? Berkata Musa ‘Ya Tuahnku aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku. Dan sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah kepada Harun. Dan aku berdosa terhadap mereka maka aku takut mereka akan membunuhku.’ Allah berfirman ‘Jangan takut {mereka tidak akan bisa membunuhmu} maka pergilah kami berdua dgn membawa ayat-ayat kami ; sesungguhnya kami bersamamu mendengarkan maka datanglah kamu berdua kepada Firaun dan katakanlah olehmu ‘Sesungguhnya kami adl rasul Tuhan semesta alam lepaskanlah Bani Israil beserta kami.’ Firaun menjawab ‘Bukankah kami telah mengasuhmu di antara kami waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. Dan kamu telah berbuat sesuatu perbuatan yg kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yg tidak membalas guna.’ Berkata Musa ‘Aku telah melakukannya sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yg khilaf. Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. Budi yg kamu limpahkan kepadaku itu adl kamu telah memperbudak Bani Israil.’ Firaun bertanya ‘Siapa Tuhan semesta alam itu?’ Musa menjawab ‘Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yg di antara keduanya jika kamu sekalian mempercayainya’. .
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Quraan Manna’ Khaliil al-Qattaan
sumber file al_islam.chm
Minggu, 26 September 2010
Nama dan Sifat Alquran
Allah menamakan Alquran dgn beberapa nama; Alquran Alquran ini memberi petunjuk kepada jalan yg lbh lurus. .
Kitab Telah kami turunkan kepadamu al-kitab yg di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. .
Furqan Maha suci Allah yg telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada semesta alam. .
Zikr Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Tanzil Dan Alquran ini Tanzil dari Tuhan semesta alam. {Asy-Syu’ara 192}.
Quran dan al-kitab lbh populer dari nama-nama yg lain. Dalam hal ini Dr.
Muhammad Abdullah Daraz berkata Ia dinamakan Quran krn ia ‘dibaca’ dgn lisan dan dinamakan al-kitab krn ia ‘ditulis’ dgn pena. Kedua nama ini menunjukkan makna yg sesuai dgn kenyataannya.
Penamaan Quran dgn kedua nama ini memberikan isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hapalan dan tulisan. Dengan demikian apabila di antara salah satunya ada yg melenceng maka yg lain akan meluruskannya.
Kita tidak dapat menyandarkan hanya kepada seseorang sebelum hapalannya sesuai dgn tulisan yg telah disepakati oleh para sahabat yg dinukilkan kepada kita dari generasi ke generasi menurut keadaan sewaktu dibuatnya pertama kali. Dan kita pun tidak dapat menyandarkan hanya kepada tulisan penulis sebelum tulisan itu sesuai dgn hapalan tersebut berdasarkan isnad yg sahih dan mutawatir.
Dengan penjagaan yg ganda ini yg oleh Allah telah ditanamkan ke dalam jiwa umat Muhammad utk mengikuti langkah Nabi-Nya maka Quran tetap terjaga dalam benteng yg kokoh. Hal itu tidak lain utk mewujudkan janji Allah yg menjamin terpeliharanya Quran seperti difirmankan-Nya Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Dengan demikian Quran tidak mengalami penyimpangan perubahan dan keterputusan sanad seperti terjadi pada kitab-kitab terdahulu.
Penjagaan ganda ini di antaranya menjelaskan bahwa kitab-kita samawi lainnya diturunkan hanya dalam waktu itu sedang Quran diturunkan utk membetulkan dan menguji kitab-kitab yg sebelumnya. Karena itu Quran mencakup hakikat yg ada di dalam kita-kitab terdahulu dan menambahnya dgn tambahan yg dikehendaki Allah. Quran menjalankan fungsi kitab-kitab sebelumnya tetapi kitab-kitab itu tidak dapat menempati posisinya. Allah telah menakdirkan utk menjadikannya sebagai bukti sampai hari kiamat. Dan apabila Allah menghendaki suatu perkara maka Dia akan mempermudah jalannya ke arah itu.
Karena Dia Mahabijaksana dan Mahatahu. Inilah alasan yg paling kuat.
Allah telah melukiskan Quran dgn beberapa sifat di antaranya sebagai berikut.
Nur Wahai manusia telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yg terang benderang. .
Huda Syifa’ Rahmah dan Mau’izah Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yg ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman. .
Mubin Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yg menerangkan. .
Mubarak Dan Alquran ini adl kitab yg telah kami berkahi membenarkan kitab-kitab yg diturnkan sebelumnya .. .
Busyra .. yg membenarkan kitab-kitab yg sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yg beriman. .
‘Aziz Mereka yg mengingkari az-zikr ketika Alquran datang kepada mereka . Alquran adl kitab yg mulia. {Fusilat 41}.
Majid Bahkan yg mereka dustakan itu adl Alquran yg dihormati. {Al-Buruj 21}.
Basyir dan Nazir Kitab yg dijelaskan ayat-ayatnya yakni bacaan dalam bahasa Arab utk kaum yg mengetahui yg membawa kabar gembira dan yg membawa peringatan.
.
Setiap penamaan atau pelukisan itu merupakan salah satu makna dalam Quran.
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Quraan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
Kitab Telah kami turunkan kepadamu al-kitab yg di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. .
Furqan Maha suci Allah yg telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada semesta alam. .
Zikr Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Tanzil Dan Alquran ini Tanzil dari Tuhan semesta alam. {Asy-Syu’ara 192}.
Quran dan al-kitab lbh populer dari nama-nama yg lain. Dalam hal ini Dr.
Muhammad Abdullah Daraz berkata Ia dinamakan Quran krn ia ‘dibaca’ dgn lisan dan dinamakan al-kitab krn ia ‘ditulis’ dgn pena. Kedua nama ini menunjukkan makna yg sesuai dgn kenyataannya.
Penamaan Quran dgn kedua nama ini memberikan isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hapalan dan tulisan. Dengan demikian apabila di antara salah satunya ada yg melenceng maka yg lain akan meluruskannya.
Kita tidak dapat menyandarkan hanya kepada seseorang sebelum hapalannya sesuai dgn tulisan yg telah disepakati oleh para sahabat yg dinukilkan kepada kita dari generasi ke generasi menurut keadaan sewaktu dibuatnya pertama kali. Dan kita pun tidak dapat menyandarkan hanya kepada tulisan penulis sebelum tulisan itu sesuai dgn hapalan tersebut berdasarkan isnad yg sahih dan mutawatir.
Dengan penjagaan yg ganda ini yg oleh Allah telah ditanamkan ke dalam jiwa umat Muhammad utk mengikuti langkah Nabi-Nya maka Quran tetap terjaga dalam benteng yg kokoh. Hal itu tidak lain utk mewujudkan janji Allah yg menjamin terpeliharanya Quran seperti difirmankan-Nya Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Dengan demikian Quran tidak mengalami penyimpangan perubahan dan keterputusan sanad seperti terjadi pada kitab-kitab terdahulu.
Penjagaan ganda ini di antaranya menjelaskan bahwa kitab-kita samawi lainnya diturunkan hanya dalam waktu itu sedang Quran diturunkan utk membetulkan dan menguji kitab-kitab yg sebelumnya. Karena itu Quran mencakup hakikat yg ada di dalam kita-kitab terdahulu dan menambahnya dgn tambahan yg dikehendaki Allah. Quran menjalankan fungsi kitab-kitab sebelumnya tetapi kitab-kitab itu tidak dapat menempati posisinya. Allah telah menakdirkan utk menjadikannya sebagai bukti sampai hari kiamat. Dan apabila Allah menghendaki suatu perkara maka Dia akan mempermudah jalannya ke arah itu.
Karena Dia Mahabijaksana dan Mahatahu. Inilah alasan yg paling kuat.
Allah telah melukiskan Quran dgn beberapa sifat di antaranya sebagai berikut.
Nur Wahai manusia telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yg terang benderang. .
Huda Syifa’ Rahmah dan Mau’izah Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yg ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman. .
Mubin Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yg menerangkan. .
Mubarak Dan Alquran ini adl kitab yg telah kami berkahi membenarkan kitab-kitab yg diturnkan sebelumnya .. .
Busyra .. yg membenarkan kitab-kitab yg sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yg beriman. .
‘Aziz Mereka yg mengingkari az-zikr ketika Alquran datang kepada mereka . Alquran adl kitab yg mulia. {Fusilat 41}.
Majid Bahkan yg mereka dustakan itu adl Alquran yg dihormati. {Al-Buruj 21}.
Basyir dan Nazir Kitab yg dijelaskan ayat-ayatnya yakni bacaan dalam bahasa Arab utk kaum yg mengetahui yg membawa kabar gembira dan yg membawa peringatan.
.
Setiap penamaan atau pelukisan itu merupakan salah satu makna dalam Quran.
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Quraan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
Definisi Alquran
Secara Bahasa Qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun dan qiraah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dgn yg lain dalam satu ucapan yg tersusun rapi. Quran pada mulanya seperti qiraah yaitu masdar dari kata qara’a qiraatan quranan. Allah SWT berfirman yg artinya Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. .
Kata qur’anah pada ayat di atas berarti qiraatuhu {bacaannya/cara membacanya}. Jadi kata itu adl masdar menurut wazan fu’lan dgn vokal u seperti ghufran dan syukran. Kita dapat mengatakan qara’tuhu quran qiraatan wa quranan artinya sama saja. Di sini maqru’ {apa yg dibaca} diberi nama quran yakni penamaan maf’ul dgn masdar.
Quran dikhususkan sebagai nama bagi kitab yg diturunkan kepada Muhammad saw. sehingga Quran menjadi nama khas bagi kitab itu sebagai nama diri.
Secara gabungan kata itu dipakai utk nama Quran secara keseluruhan begitu juga utk penamaan ayat-ayatnya. Maka jika kita mendengar orang membaca ayat Quran kita boleh mengatakan bahwa ia sedang membaca Alquran.
Dan apabila dibacakan Quran maka dengarlah dan perhatikanlah .. {Al-A’raaf 204}.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa penamaan kitab ini dgn nama Alquran di antara kitab-kitab Allah itu krn kitab ini mencakup inti dari kitab-kitab-Nya bahkan mencakup inti dari semua ilmu. Hal itu diisyaratkan dalam firman-Nya yg artinya Dan Kami turunkan kepadamu al-kitab sebagai penjelasan bagi segala sesuatu. .
Tiada Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-kitab ini . {Al-An’am 38}.
Sebagian ulama berpendapat bahwa kata Quran itu pada mulanya tidak berhamzah sebagai kata jadian. Mungkin krn ia dijadikan sebagai suatu nama bagi kalam yg diturunkan kepada Nabi saw. dan bukannya kata jadian dari qaraa atau mungkin juga krn ia berasal dari kata qarana asy-syai’ bi asy-syai’ yg berarti memperhubungkan sesuatu dgn yg lain atau juga berasal dari kata qaraain krn ayat-ayatnya satu dgn yg lain saling menyerupai. Dengan demikian huruf nun itu asli. Namun pendapat ini masih diragukan yg benar adl pendapat yg pertama.
Secara Istilah Quran memang sukar diberi batasan-batasan dgn definisi-definisi logika yg mengelompokkan segala jenis bagian-bagian serta ketentuan-ketentuannya yg khusus mempunyai genus differentia dan propium sehingga definisi Quran memiliki batasan yg benar-benar kongkret.
yg kongkret adl menghadirkannya dalam pikiran atau dalam realita misalnya kita menunjuk sebagai Quran kepada yg tertulis dalam mushaf atau terbaca dgn lisan. Untuk itu kita katakan Quran adl apa yg ada di antara dua buku atau kita katakan juga Alquran adl bismillaahir rahmaanir rahiim alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin … minal jinnati wannaas.
Para ulama menyebutkan definisi Alquran yg mendekati maknanya dgn membedakan dari yg lain dgn menyebutkan bahwa Alquran adl kalam atau firman Allah yg diturunkan kepada Muhammad saw. yg pembacaannya merupakan ibadah. Dalam definisi kalam merupakan kelompok jenis yg meliputi segala kalam. Dan dgn menggabungkannya kepada Allah berarti tidak termasuk semua kalam manusia jin dan malaikat.
Dan dgn kata-kata yg diturunkan maka tidak termasuk kalam Allah yg sudah khusus bagi milik-Nya.
Katakanlah ‘Sekiranya lautan menjadi tinta utk menuliskan firman Rabku akan habislah lautan sebelum firman Rabku habis ditulis sekalipun Kami berikan tambahannya sebanyak itu pula. .
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta ditambahkan sesudahnya tujuh lautan lagi niscaya kalam Allah tidak akan habis-habisnya. .
Dan membatasi apa yg diturunkan itu hanya kepada Muhammad saw. tidak termasuk apa yg diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya seperti Taurat Injil dll.
Adapun yg pembacaannya merupakan suatu ibadah mengecualikan hadis-hadis ahad dan hadis-hadis qudsi-bila kita berpendapat bahwa yg diturunkan Allah itu kata-katanya-sebab kata-kata pembacaannya sebagai ibadah artinya perintah utk membacanya di dalam salat dan lainnya sebagai suatu ibadah sedangkan qiraat ahad dan hadis-hadis qudsi tidak demikian halnya.
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Qur’aan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
Kata qur’anah pada ayat di atas berarti qiraatuhu {bacaannya/cara membacanya}. Jadi kata itu adl masdar menurut wazan fu’lan dgn vokal u seperti ghufran dan syukran. Kita dapat mengatakan qara’tuhu quran qiraatan wa quranan artinya sama saja. Di sini maqru’ {apa yg dibaca} diberi nama quran yakni penamaan maf’ul dgn masdar.
Quran dikhususkan sebagai nama bagi kitab yg diturunkan kepada Muhammad saw. sehingga Quran menjadi nama khas bagi kitab itu sebagai nama diri.
Secara gabungan kata itu dipakai utk nama Quran secara keseluruhan begitu juga utk penamaan ayat-ayatnya. Maka jika kita mendengar orang membaca ayat Quran kita boleh mengatakan bahwa ia sedang membaca Alquran.
Dan apabila dibacakan Quran maka dengarlah dan perhatikanlah .. {Al-A’raaf 204}.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa penamaan kitab ini dgn nama Alquran di antara kitab-kitab Allah itu krn kitab ini mencakup inti dari kitab-kitab-Nya bahkan mencakup inti dari semua ilmu. Hal itu diisyaratkan dalam firman-Nya yg artinya Dan Kami turunkan kepadamu al-kitab sebagai penjelasan bagi segala sesuatu. .
Tiada Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-kitab ini . {Al-An’am 38}.
Sebagian ulama berpendapat bahwa kata Quran itu pada mulanya tidak berhamzah sebagai kata jadian. Mungkin krn ia dijadikan sebagai suatu nama bagi kalam yg diturunkan kepada Nabi saw. dan bukannya kata jadian dari qaraa atau mungkin juga krn ia berasal dari kata qarana asy-syai’ bi asy-syai’ yg berarti memperhubungkan sesuatu dgn yg lain atau juga berasal dari kata qaraain krn ayat-ayatnya satu dgn yg lain saling menyerupai. Dengan demikian huruf nun itu asli. Namun pendapat ini masih diragukan yg benar adl pendapat yg pertama.
Secara Istilah Quran memang sukar diberi batasan-batasan dgn definisi-definisi logika yg mengelompokkan segala jenis bagian-bagian serta ketentuan-ketentuannya yg khusus mempunyai genus differentia dan propium sehingga definisi Quran memiliki batasan yg benar-benar kongkret.
yg kongkret adl menghadirkannya dalam pikiran atau dalam realita misalnya kita menunjuk sebagai Quran kepada yg tertulis dalam mushaf atau terbaca dgn lisan. Untuk itu kita katakan Quran adl apa yg ada di antara dua buku atau kita katakan juga Alquran adl bismillaahir rahmaanir rahiim alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin … minal jinnati wannaas.
Para ulama menyebutkan definisi Alquran yg mendekati maknanya dgn membedakan dari yg lain dgn menyebutkan bahwa Alquran adl kalam atau firman Allah yg diturunkan kepada Muhammad saw. yg pembacaannya merupakan ibadah. Dalam definisi kalam merupakan kelompok jenis yg meliputi segala kalam. Dan dgn menggabungkannya kepada Allah berarti tidak termasuk semua kalam manusia jin dan malaikat.
Dan dgn kata-kata yg diturunkan maka tidak termasuk kalam Allah yg sudah khusus bagi milik-Nya.
Katakanlah ‘Sekiranya lautan menjadi tinta utk menuliskan firman Rabku akan habislah lautan sebelum firman Rabku habis ditulis sekalipun Kami berikan tambahannya sebanyak itu pula. .
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta ditambahkan sesudahnya tujuh lautan lagi niscaya kalam Allah tidak akan habis-habisnya. .
Dan membatasi apa yg diturunkan itu hanya kepada Muhammad saw. tidak termasuk apa yg diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya seperti Taurat Injil dll.
Adapun yg pembacaannya merupakan suatu ibadah mengecualikan hadis-hadis ahad dan hadis-hadis qudsi-bila kita berpendapat bahwa yg diturunkan Allah itu kata-katanya-sebab kata-kata pembacaannya sebagai ibadah artinya perintah utk membacanya di dalam salat dan lainnya sebagai suatu ibadah sedangkan qiraat ahad dan hadis-hadis qudsi tidak demikian halnya.
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Qur’aan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
Nama dan Sifat Alquran
Allah menamakan Alquran dgn beberapa nama; Alquran Alquran ini memberi petunjuk kepada jalan yg lbh lurus. .
Kitab Telah kami turunkan kepadamu al-kitab yg di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. .
Furqan Maha suci Allah yg telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada semesta alam. .
Zikr Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Tanzil Dan Alquran ini Tanzil dari Tuhan semesta alam. {Asy-Syu’ara 192}.
Quran dan al-kitab lbh populer dari nama-nama yg lain. Dalam hal ini Dr.
Muhammad Abdullah Daraz berkata Ia dinamakan Quran krn ia ‘dibaca’ dgn lisan dan dinamakan al-kitab krn ia ‘ditulis’ dgn pena. Kedua nama ini menunjukkan makna yg sesuai dgn kenyataannya.
Penamaan Quran dgn kedua nama ini memberikan isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hapalan dan tulisan. Dengan demikian apabila di antara salah satunya ada yg melenceng maka yg lain akan meluruskannya.
Kita tidak dapat menyandarkan hanya kepada seseorang sebelum hapalannya sesuai dgn tulisan yg telah disepakati oleh para sahabat yg dinukilkan kepada kita dari generasi ke generasi menurut keadaan sewaktu dibuatnya pertama kali. Dan kita pun tidak dapat menyandarkan hanya kepada tulisan penulis sebelum tulisan itu sesuai dgn hapalan tersebut berdasarkan isnad yg sahih dan mutawatir.
Dengan penjagaan yg ganda ini yg oleh Allah telah ditanamkan ke dalam jiwa umat Muhammad utk mengikuti langkah Nabi-Nya maka Quran tetap terjaga dalam benteng yg kokoh. Hal itu tidak lain utk mewujudkan janji Allah yg menjamin terpeliharanya Quran seperti difirmankan-Nya Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Dengan demikian Quran tidak mengalami penyimpangan perubahan dan keterputusan sanad seperti terjadi pada kitab-kitab terdahulu.
Penjagaan ganda ini di antaranya menjelaskan bahwa kitab-kita samawi lainnya diturunkan hanya dalam waktu itu sedang Quran diturunkan utk membetulkan dan menguji kitab-kitab yg sebelumnya. Karena itu Quran mencakup hakikat yg ada di dalam kita-kitab terdahulu dan menambahnya dgn tambahan yg dikehendaki Allah. Quran menjalankan fungsi kitab-kitab sebelumnya tetapi kitab-kitab itu tidak dapat menempati posisinya. Allah telah menakdirkan utk menjadikannya sebagai bukti sampai hari kiamat. Dan apabila Allah menghendaki suatu perkara maka Dia akan mempermudah jalannya ke arah itu.
Karena Dia Mahabijaksana dan Mahatahu. Inilah alasan yg paling kuat.
Allah telah melukiskan Quran dgn beberapa sifat di antaranya sebagai berikut.
Nur Wahai manusia telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yg terang benderang. .
Huda Syifa’ Rahmah dan Mau’izah Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yg ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman. .
Mubin Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yg menerangkan. .
Mubarak Dan Alquran ini adl kitab yg telah kami berkahi membenarkan kitab-kitab yg diturnkan sebelumnya .. .
Busyra .. yg membenarkan kitab-kitab yg sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yg beriman. .
‘Aziz Mereka yg mengingkari az-zikr ketika Alquran datang kepada mereka . Alquran adl kitab yg mulia. {Fusilat 41}.
Majid Bahkan yg mereka dustakan itu adl Alquran yg dihormati. {Al-Buruj 21}.
Basyir dan Nazir Kitab yg dijelaskan ayat-ayatnya yakni bacaan dalam bahasa Arab utk kaum yg mengetahui yg membawa kabar gembira dan yg membawa peringatan.
.
Setiap penamaan atau pelukisan itu merupakan salah satu makna dalam Quran.
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Quraan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
Kitab Telah kami turunkan kepadamu al-kitab yg di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. .
Furqan Maha suci Allah yg telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada semesta alam. .
Zikr Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Tanzil Dan Alquran ini Tanzil dari Tuhan semesta alam. {Asy-Syu’ara 192}.
Quran dan al-kitab lbh populer dari nama-nama yg lain. Dalam hal ini Dr.
Muhammad Abdullah Daraz berkata Ia dinamakan Quran krn ia ‘dibaca’ dgn lisan dan dinamakan al-kitab krn ia ‘ditulis’ dgn pena. Kedua nama ini menunjukkan makna yg sesuai dgn kenyataannya.
Penamaan Quran dgn kedua nama ini memberikan isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hapalan dan tulisan. Dengan demikian apabila di antara salah satunya ada yg melenceng maka yg lain akan meluruskannya.
Kita tidak dapat menyandarkan hanya kepada seseorang sebelum hapalannya sesuai dgn tulisan yg telah disepakati oleh para sahabat yg dinukilkan kepada kita dari generasi ke generasi menurut keadaan sewaktu dibuatnya pertama kali. Dan kita pun tidak dapat menyandarkan hanya kepada tulisan penulis sebelum tulisan itu sesuai dgn hapalan tersebut berdasarkan isnad yg sahih dan mutawatir.
Dengan penjagaan yg ganda ini yg oleh Allah telah ditanamkan ke dalam jiwa umat Muhammad utk mengikuti langkah Nabi-Nya maka Quran tetap terjaga dalam benteng yg kokoh. Hal itu tidak lain utk mewujudkan janji Allah yg menjamin terpeliharanya Quran seperti difirmankan-Nya Sesungguhnya kamilah yg telah menurunkan az-zikr dan sesungguhnya kamilah yg benar-benar akan menjaganya. .
Dengan demikian Quran tidak mengalami penyimpangan perubahan dan keterputusan sanad seperti terjadi pada kitab-kitab terdahulu.
Penjagaan ganda ini di antaranya menjelaskan bahwa kitab-kita samawi lainnya diturunkan hanya dalam waktu itu sedang Quran diturunkan utk membetulkan dan menguji kitab-kitab yg sebelumnya. Karena itu Quran mencakup hakikat yg ada di dalam kita-kitab terdahulu dan menambahnya dgn tambahan yg dikehendaki Allah. Quran menjalankan fungsi kitab-kitab sebelumnya tetapi kitab-kitab itu tidak dapat menempati posisinya. Allah telah menakdirkan utk menjadikannya sebagai bukti sampai hari kiamat. Dan apabila Allah menghendaki suatu perkara maka Dia akan mempermudah jalannya ke arah itu.
Karena Dia Mahabijaksana dan Mahatahu. Inilah alasan yg paling kuat.
Allah telah melukiskan Quran dgn beberapa sifat di antaranya sebagai berikut.
Nur Wahai manusia telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yg terang benderang. .
Huda Syifa’ Rahmah dan Mau’izah Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yg ada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman. .
Mubin Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yg menerangkan. .
Mubarak Dan Alquran ini adl kitab yg telah kami berkahi membenarkan kitab-kitab yg diturnkan sebelumnya .. .
Busyra .. yg membenarkan kitab-kitab yg sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yg beriman. .
‘Aziz Mereka yg mengingkari az-zikr ketika Alquran datang kepada mereka . Alquran adl kitab yg mulia. {Fusilat 41}.
Majid Bahkan yg mereka dustakan itu adl Alquran yg dihormati. {Al-Buruj 21}.
Basyir dan Nazir Kitab yg dijelaskan ayat-ayatnya yakni bacaan dalam bahasa Arab utk kaum yg mengetahui yg membawa kabar gembira dan yg membawa peringatan.
.
Setiap penamaan atau pelukisan itu merupakan salah satu makna dalam Quran.
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Quraan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
Ilmu Ilmu Alquran - 1
Alquran adl mukjizat Islam yg kekal dan mukjizatnya selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah saw.
utk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju terang serta membimbing mereka ke jalan yg lurus. Rasulullah saw. menyampaikan Alquran kepada para sahabatnya orang Arab asli. Sehingga mereka dapat memahaminya berdasarkan nalurinya. Bila mengalami ketidakjelasan dalam memahami suatu ayat mereka menanyakannya kepada Rasulullah saw.
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangannya Imam Bukhari Imam Muslim dan yg lainnya meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a. katanya Ketika ayat yg artinya ‘Orang-orang yg beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dgn kezaliman’ diturunkan banyak orang yg merasa resah. Mereka kemudian menanyakannya kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah saw. siapakah di antara kita yg tidak berbuat kezaliman terhadap dirinya? Nabi menjawab Kezaliman di sini bukan seperti yg kamu pahami. Tidakkah kamu pernah mendengar apa yg telah dikatakan oleh seorang hamba Allah yg saleh ‘Sesungguhnya kemusyrikan adl kezaliman yg besar’. . Jadi yg dimaksud dgn kezaliman di sini adl kemusyrikan.
Disamping itu Rasulullah saw. juga menafsirkan utk mereka beberapa ayat.
Dalam riwayat Muslim dan yg lainnya dari Uqbah bin Amir berkata Aku pernah mendengar Rasulullah saw. berkata di atas mimbar yg artinya ‘Dan siapkanlah utk menghadapi mereka kekuatan yg kamu sanggupi.’ {Al-Anfal 60}. Ingatlah bahwa kekuatan di sini adl memanah.
Para sahabat sangat antusias utk menerima Alquran dari Rasulullah saw.
menghafal dan memahaminya. Ini merupakan suatu kehormatan bagi mereka. Anas r.a. berkata Seseorang di antara kami bila telah membaca surah Al-Baqarah dan Ali Imran orang itu menjadi besar dalam pandangan kami. Begitu pula mereka selalu berusha mengamalkan Alquran dan memahami hukum-hukumnya.
Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman as-Sulami yg mengatakan Mereka yg membacakan Alquran kepada kami seperti Utsman bin Affan dan Abdullah bin Mas’ud serta yg lain menceritakan bahwa bila mereka belajar dari Nabi sepuluh ayat mereka tidak melanjutkannya sebelum mengamalkan ilmu dan amal yg ada di dalamnya. Mereka berkata ‘Kami mempelajari Alquran berikut ilmu dan amalnya sekaligus’.
Rasulullah saw. tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dirinya selain Alquran krn beliau khawatir akan tercampur dgn yg lain.
Muslim meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Rasulullah saw. bersabda Janganlah kamu menulis dari aku. Barang siapa menulis dari aku selain Alquran hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa yg dariku dan itu tiada halangan baginya. Dan barang siapa yg sengaja berdusta atas namaku ia menempati tempatnya di api neraka.
Sekalipun setelah itu Rasulullah saw. mengizinkan kepada sebagian sahabat utk menulis hadis tetapi hal yg berhubungan dgn Alquran tetap didasarkan pada riwayat yg melalui petunjuk di zaman Rasulullah saw. di masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar ra.
Kemudian datang masa kekhalifahan Utsman bin Affan r.a. dan keadaan menghendaki utk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf. Dan hal itu pun terlaksana. Mushaf itu disebut Mushaf Imam . Salinan-salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa provinsi.
Penulisan mushaf tersebut disebut Ar-Rasmu al-Utsmani yaitu dinisbatkan kepada Utsman. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ilmu rasmil quran.
Kemudian datang masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib r.a. Dan atas perintahnya Abul Aswad ad-Du’ali meletakkan kaidah-kaidah nahwu cara pengucapan yg tepat dan baku serta memberikan ketentuan-ketentuan harakat pada Alquran. Ini juga dianggap sebagai permulaan i’rabil quran.
Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Alquran dan penafsiran ayat-ayatnya yg berbeda-beda di antara mereka sesuai dgn kemampuannya yg berbeda-beda dalam memahami dan krn adanya perbedaan lama tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah saw.
Hal yg demikian diteruskan oleh murid-murid mereka yaitu para tabi’in.
Di antara para mufassir yg termasyhur dari kalangan sahabat adl empat orang khalifah kemudian Ibnu Mas’ud Ibn Abbas Ubai bin Ka’ab Abdurrahman bin Auf Zaid bin Tsabit Abu Musa al-Asyari dan Abdullah bin Zubair.
Banyak riwayat mengenai tafsir yg diambil dari Abdullah bin Abbas dan Ubai bin Ka’ab. Dan apa yg diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Alquran yg sempurna tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dgn penafsiran tentang apa yg masih samar dan penjelasan apa yg masih global. Mengenai para tabi’in di antara mereka ada satu kelompok terkenal yg mengambil ilmu ini dari para sahabat di samping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat.
Di antara murid-murid Ibnu Abbas di Mekah yg terkenal ialah Sa’id bin Jubair Mujahid Ikrimah bekas sahaya Ibnu Abbas Thawus bin Kisan al-Yamani dan Atha’ bin Abi Rabah. Sementara di antara murid-murid Ubay bin Ka’ab yg terkenal di Madinah adl Zaid bin Aslam Abul Aliyah dan Muhammad bin Ka’ab al-Qurazi. Di antara murid-murid Abdullah bin Mas’ud di Irak yg terkenal adl al-Qamah bin Qais Masruq Al-Aswad bin Yazid Amir Asy-Sya’bi Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di’amah as-Sadusi.
Ibnu Taimiyah berkata Adapun mengenai ilmu tafsir orang yg paling tahu adl penduduk Mekah krn mereka sahabat Ibnu Abbas seperti Mujahid Atha’ bin Abi Rabah Ikrimah maula Ibnu Abbas lainnya seperti Thawus Abusy-Sya’sa Said bin Jubair dan lain-lainnya. Begitu pula penduduk Kufah dari sahabat Ibnu Mas’ud dan mereka itu mempunyai kelebihan dalam ilmu tafsir di antaranya adl Zubair bin Aslam Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb mereka berguru kepadanya. Dan yg diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu tafsir ilmu gharibil quran ilmu makki wal madani dan ilmu nasikh dan mansukh. Tetapi semua ini didasarkan pada riwayat dgn cara didiktekan.
Pada abad ke-2 Hijriah tiba masa pembukuan yg yg dimulai dgn pembukuan hadis dgn segala babnya yg bermacam-macam dan itu juga menyangkut hal yg berhubungan dgn tafsir. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Quran yg diriwayatkan dari Rasulullah saw. dari para sahabat atau dari para tabi’in. Di antara mereka itu yg terkenal adl Yazid bin Harun as-Sulami Syu’bah bin Hajjaj Waki’ bin Jarrah Sufyan bin Uyainah dan Abdurrazaq bin Hammam . Mereka semua adl para ahli hadis; tafsir yg mereka susun merupakan salah satu bagiannya. Namun tafsir mereka yg tertulis tidak ada yg sampai ke tangan kita. Kemudian langkah mereka itu diikuti oleh segolongan ulama. Mereka menyusun tafsir Alquran yg lbh sempurna berdasarkan susunan ayat. Dan yg paling terkenal di antara mereka adl Ibn Jarir at-Thabari .
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Quraan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
utk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju terang serta membimbing mereka ke jalan yg lurus. Rasulullah saw. menyampaikan Alquran kepada para sahabatnya orang Arab asli. Sehingga mereka dapat memahaminya berdasarkan nalurinya. Bila mengalami ketidakjelasan dalam memahami suatu ayat mereka menanyakannya kepada Rasulullah saw.
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangannya Imam Bukhari Imam Muslim dan yg lainnya meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a. katanya Ketika ayat yg artinya ‘Orang-orang yg beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dgn kezaliman’ diturunkan banyak orang yg merasa resah. Mereka kemudian menanyakannya kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah saw. siapakah di antara kita yg tidak berbuat kezaliman terhadap dirinya? Nabi menjawab Kezaliman di sini bukan seperti yg kamu pahami. Tidakkah kamu pernah mendengar apa yg telah dikatakan oleh seorang hamba Allah yg saleh ‘Sesungguhnya kemusyrikan adl kezaliman yg besar’. . Jadi yg dimaksud dgn kezaliman di sini adl kemusyrikan.
Disamping itu Rasulullah saw. juga menafsirkan utk mereka beberapa ayat.
Dalam riwayat Muslim dan yg lainnya dari Uqbah bin Amir berkata Aku pernah mendengar Rasulullah saw. berkata di atas mimbar yg artinya ‘Dan siapkanlah utk menghadapi mereka kekuatan yg kamu sanggupi.’ {Al-Anfal 60}. Ingatlah bahwa kekuatan di sini adl memanah.
Para sahabat sangat antusias utk menerima Alquran dari Rasulullah saw.
menghafal dan memahaminya. Ini merupakan suatu kehormatan bagi mereka. Anas r.a. berkata Seseorang di antara kami bila telah membaca surah Al-Baqarah dan Ali Imran orang itu menjadi besar dalam pandangan kami. Begitu pula mereka selalu berusha mengamalkan Alquran dan memahami hukum-hukumnya.
Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman as-Sulami yg mengatakan Mereka yg membacakan Alquran kepada kami seperti Utsman bin Affan dan Abdullah bin Mas’ud serta yg lain menceritakan bahwa bila mereka belajar dari Nabi sepuluh ayat mereka tidak melanjutkannya sebelum mengamalkan ilmu dan amal yg ada di dalamnya. Mereka berkata ‘Kami mempelajari Alquran berikut ilmu dan amalnya sekaligus’.
Rasulullah saw. tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dirinya selain Alquran krn beliau khawatir akan tercampur dgn yg lain.
Muslim meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Rasulullah saw. bersabda Janganlah kamu menulis dari aku. Barang siapa menulis dari aku selain Alquran hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa yg dariku dan itu tiada halangan baginya. Dan barang siapa yg sengaja berdusta atas namaku ia menempati tempatnya di api neraka.
Sekalipun setelah itu Rasulullah saw. mengizinkan kepada sebagian sahabat utk menulis hadis tetapi hal yg berhubungan dgn Alquran tetap didasarkan pada riwayat yg melalui petunjuk di zaman Rasulullah saw. di masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar ra.
Kemudian datang masa kekhalifahan Utsman bin Affan r.a. dan keadaan menghendaki utk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf. Dan hal itu pun terlaksana. Mushaf itu disebut Mushaf Imam . Salinan-salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa provinsi.
Penulisan mushaf tersebut disebut Ar-Rasmu al-Utsmani yaitu dinisbatkan kepada Utsman. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ilmu rasmil quran.
Kemudian datang masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib r.a. Dan atas perintahnya Abul Aswad ad-Du’ali meletakkan kaidah-kaidah nahwu cara pengucapan yg tepat dan baku serta memberikan ketentuan-ketentuan harakat pada Alquran. Ini juga dianggap sebagai permulaan i’rabil quran.
Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Alquran dan penafsiran ayat-ayatnya yg berbeda-beda di antara mereka sesuai dgn kemampuannya yg berbeda-beda dalam memahami dan krn adanya perbedaan lama tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah saw.
Hal yg demikian diteruskan oleh murid-murid mereka yaitu para tabi’in.
Di antara para mufassir yg termasyhur dari kalangan sahabat adl empat orang khalifah kemudian Ibnu Mas’ud Ibn Abbas Ubai bin Ka’ab Abdurrahman bin Auf Zaid bin Tsabit Abu Musa al-Asyari dan Abdullah bin Zubair.
Banyak riwayat mengenai tafsir yg diambil dari Abdullah bin Abbas dan Ubai bin Ka’ab. Dan apa yg diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Alquran yg sempurna tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dgn penafsiran tentang apa yg masih samar dan penjelasan apa yg masih global. Mengenai para tabi’in di antara mereka ada satu kelompok terkenal yg mengambil ilmu ini dari para sahabat di samping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat.
Di antara murid-murid Ibnu Abbas di Mekah yg terkenal ialah Sa’id bin Jubair Mujahid Ikrimah bekas sahaya Ibnu Abbas Thawus bin Kisan al-Yamani dan Atha’ bin Abi Rabah. Sementara di antara murid-murid Ubay bin Ka’ab yg terkenal di Madinah adl Zaid bin Aslam Abul Aliyah dan Muhammad bin Ka’ab al-Qurazi. Di antara murid-murid Abdullah bin Mas’ud di Irak yg terkenal adl al-Qamah bin Qais Masruq Al-Aswad bin Yazid Amir Asy-Sya’bi Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di’amah as-Sadusi.
Ibnu Taimiyah berkata Adapun mengenai ilmu tafsir orang yg paling tahu adl penduduk Mekah krn mereka sahabat Ibnu Abbas seperti Mujahid Atha’ bin Abi Rabah Ikrimah maula Ibnu Abbas lainnya seperti Thawus Abusy-Sya’sa Said bin Jubair dan lain-lainnya. Begitu pula penduduk Kufah dari sahabat Ibnu Mas’ud dan mereka itu mempunyai kelebihan dalam ilmu tafsir di antaranya adl Zubair bin Aslam Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb mereka berguru kepadanya. Dan yg diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu tafsir ilmu gharibil quran ilmu makki wal madani dan ilmu nasikh dan mansukh. Tetapi semua ini didasarkan pada riwayat dgn cara didiktekan.
Pada abad ke-2 Hijriah tiba masa pembukuan yg yg dimulai dgn pembukuan hadis dgn segala babnya yg bermacam-macam dan itu juga menyangkut hal yg berhubungan dgn tafsir. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Quran yg diriwayatkan dari Rasulullah saw. dari para sahabat atau dari para tabi’in. Di antara mereka itu yg terkenal adl Yazid bin Harun as-Sulami Syu’bah bin Hajjaj Waki’ bin Jarrah Sufyan bin Uyainah dan Abdurrazaq bin Hammam . Mereka semua adl para ahli hadis; tafsir yg mereka susun merupakan salah satu bagiannya. Namun tafsir mereka yg tertulis tidak ada yg sampai ke tangan kita. Kemudian langkah mereka itu diikuti oleh segolongan ulama. Mereka menyusun tafsir Alquran yg lbh sempurna berdasarkan susunan ayat. Dan yg paling terkenal di antara mereka adl Ibn Jarir at-Thabari .
Sumber Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Quraan Manna’ Khaliil al-Qattaan.
sumber file al_islam.chm
Langganan:
Postingan (Atom)